Sabtu, 22 Februari 2014

Flu Itu Ngga Enak

Sudah tiga hari ini aku terkena flu *tssahhh. Dan kena flu itu ngga enak sodara-sodara. Bernapas susah, yang ini mampet yang ini ngga, terus suaraku kaya kodok *kaya iklan obat anak-anak haha.
Yang paling menyiksa pas mau makan. Perut laper keroncongan, segenap cacing dan penghuni perut meneriakkan protesnya karena asupan gizi menipis, mata jelalatan menatap makanan, tapi ngga ada iler yang menetes sama sekali. Kenapa eh kenapa? Makanan di depan mata kenapa tak membuat nafsu laparku melanda? Selidik punya selidik, ini semua diakibatkan karena si hidung yang mampet membuatku tak bisa mencium aroma masakan sehingga berimbas pada nafsu makan yang tak mau terbangun, ibarat mau mancing ikan tapi tak ada umpan, mana ada ikan ngiler melihat kait pancing kan kan kan?

Tapi aku tak habis pikir. Kuambil itu minyak angin yang iklannya dibintangi Agnes Monixa itu. Ku usap sedikit di ujung jari, kemudian kuhirup dalam-dalam. Alhasil, alhamdulillah itu si hidung yang mampet lega kembali, ibarat got buntu baru dibersihkan sampah-sampahnya *legaaaaa. Dan akhirnya aku makan dengan bahagia *bareng dengan nagsu balas dendam.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa sebegitu semangatnya aku berusaha untuk makan? Tak lain dan tak bukan karena aku mau minum obat. Kan sebelum minum obat harus makan dulu. Dan karena aku ingin cepat-cepat berpisah dengan si flu aku harus sesegera mungkin sembuh, salah satu caranya ya minum obat, ya harus makan dong *ngeyel,padahal lapar haha.

Ya, itulah pengalaman saya bersahabat dengan FLU. Bagaimana pengalaman Anda?

Kamis, 20 Februari 2014

Terkenang dan Tertawa

Baru selesai membaca postingan terdahulu, aku tertawa geli sendiri. Banyak hal lucu yang kutemukan, mulai dari judul-judulnya yang aneh-aneh sampai isinya yang tak kalah aneh*tepukjidatsendiri

Memang benar pendapatku selama ini, menulis itu tidak mudah dan tidak akan pernah mudah bagiku. Lah, kan ini juga nulis! Maksudnya nulis yang berbobot gitu, kalau sekedar bercerita tentang kejadian sehati-hari sih anak SD juga jago kali ya.*hahahaha

Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya menulis itu asik loh, apalagi saat otak kita mulai banyak terbebani dengan berbagai hal, saat tak ada teman untuk mengadu, bahkan air mata pun enggan untuk menetes, menulis bisa jadi salah satu alternatif untuk membantu mencurahkan semua isi hati.*tsaahhh

Tapi ini serius loh, kalau ngga percaya coba aja sendiri.

SEMANGAT

Mengulang Kembali (Selalu Belajar untuk Menulis)

Tiba-tiba disuatu siang aku teringat akan keberadaan blog ini. Setelah kuingat-ingat akunnya akhirnya aku pun login dan kaget sendiri ketika melihat waktu terakhir aku posting sebuah tulisan. Hampir dua tahun dari terakhir kalinya aku menulis, ckckckck,,,,,.
Yah, setelah atur ini atur itu, perbaiki di sini dan di situ, dengan mengucapkan bismillah *halah* aku mencoba berkomitmen dengan diri sendiri agar memulai kembali untuk menulis walau secuil *secuil,,,,secuil,,,,ko jadi kaya lagu Bang Rhoma*.
Semoga niat ini akan terus berjalan, meskipun aku tidak bisa janji untuk posting tiap hari, yah paling tidak jangan sampai jarak antar satu tulisan ke tulisan lain mencapai tahunan lagi *hahahaha*

Kamis, 21 Juni 2012

Dilema Para Guru

Musim-musim naik kelas seperti ini banyak guru yang merangkap wali kelas mengalami gejala migrain alias sakit kepala. Mulai dari mempersiapkan nilai akhir, menulis raport, membuat leger, dan lain sebagainya. Lebih ribet lagi apabila ada salah satu siswa yang nilanya kurang a.k.a. calon tinggal kelas.


Perlu pertimbangan yang panjang untuk memutuskan akan seperti apa jadinya nasib si siswa itu. Dipertahankan atau dilepas? Kalau dipertahankan apa akan berhasil, apa si siswa tersebut akan berubah? Tapi kalau dilepas bagaimana dengan masa depannya, apa tidak akan membuatnya hilang arah? Aaahhh,,ribet pokoknya kalau sudah seperti ini.

Disaat sperti inilah sikap seorang guru sebagai pendidik dan pengajar dipertaruhkan. Apa yang harus dilakukan? Ikuti kata hati atau pikiran? Sanggup tidak mempertanggung jawabkan keputusan yang akan 
diambil?

*sigh*

Ternyata sangat berat menjadi seorang guru. Tidak bisa hanya mengandalkan perasaan, tapi juga harus banyak bermain dengan logika untuk mempertimbangkan keputusan yang akan mempengaruhi nasib para pelajar.
Salam semangat untuk seluruh pendidik di Indonesia

Kamis, 22 Maret 2012

Dangdut 90'an Is The Best

Bekerja sebagai guru muda diantara para rekan senior yang rata-rata berusia lumayan jauh di atasku wajar saja kalau selera kami dalam bermusik itu beda. Tapi justru dari situ seringkali aku mengalami nostalgia masa kecil yang menyenangkan. Karena orang tuaku pun mempunyai selera bermusik yang tidak jauh beda dengan teman-teman di sekolah ini, yaitu DANGDUT sodara-sodara #horeee,,,,.

Tapi aku tidak mengeluh, malah senang,lumayan kan bisa ikutan tarik suara #hehe,,.
Lagipula lagu dangdut yang diputar pun rata-rata dangdut 90'an seperti lagunya H.Rhoma Irama, Hj. Elvi Sulkaesih,Rita Sugiarto, Mansyur S dan teman-teman yang lainnya.

Jujur aku lebih menyukai dangdut milik mereka daripada dangdut jaman sekarang yang cuma mementingkn goyang pinggul dan lirik yang sering kali terdengar murahan. Beda dengan syair dangdut milik para beliau di atas, menurutku pribadi lebih enak didengar dan mengandung untaian kata yang indah dan penuh makna.

Yahh,,dimana lagi dapat kesempatan makan siang sembari menyesap teh diiringi lantunan dangdut 90'an yang syahdu mendayu selain dikantor #terlebih lagi makan siangnya gratis hehehe,,.