Tampilkan postingan dengan label sekedar bicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekedar bicara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2016

Blogger Absurd

Punya blog tapi tidak aktif menulis atau sekedar posting apapun, terkadang saya malu, tapi mau bagaimana lagi, lebih sering lupa daripada ingatnya.Giliran ingat, mood untuk menulisnya yang tidak ada.

Dari zaman kuliah saya memang paling gentar kalau disuruh menulis. Antara berbicara di depan orang banyak dan menulis satu lembar artikel, saya lebih memilih berbicara. Don't know why, it just writing is not my thing i guess? Padahal jujur saja, saya paling kagum dengan seorang penulis. Cara mereka merangkai kata, merajut kalimat hingga menjadi helaian cerita yang indah, it's really amazed me.

Jadi ingat waktu kuliah dulu, antara dua mata kuliah Kritik Sastra dan Menulis Kreatif (saya kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra), nilai saya lebih tinggi saat mengkritik daripada menulis cerita maupun puisi. Mau artikel, wacana, cerpen atau novel sekalipun, saya siap menemukan celah-celah yang terlepas dari pandangan orang lain, entah berlian yang tersembunyi atau pun cacat yang didempul. Giliran disuruh membuat puisi dan cerpen, otak saya mendadak konslet, tak mau berpikir. Kalaupun jadi, hasilnya berbeda antara konsep di dalam kepala dengan yang dicetak. Sampai akhirnya dosen pun menyerah terhadap saya.*haha*

Niat dalam hati, saya akan menulis dan terus posting di blog ini, apapun itu, panjang ataupun pendek, yang penting aktif. Mudah-mudahan terlaksana, aamiin.

Rabu, 26 Maret 2014

Fenomena Sinetron Anak SMA Zaman Sekarang

Satu kata untuk sinetron yang akhir-akhir ini sering kali menceritakan kehidupan anak SMA,

PRIHATIN

Pake banget tuh prihatinnya,seperti istilah anak zaman sekarang. Bagaiman tidak, ada anak sekolah putri pakai seragam roknya pendek sekali setara rok mini,terus kelakuannya tidak jauh-jauh dari yang namanya ngebully teman sebayanya.

Apa memang sehancur itu moral remaja sekarang? Hanya demi eksistansi diri lalu menghalalkan segala cara. Orang yang dianggap menghalangi kemudian diganggu,dikata-katai,diperlakukan semena-mena,bahkan dijahati dan disiksa tanpa peduli apa jadinya dan apa efeknya terhadap orang yang diperlakukan seperti itu.*sigh*

Belum lagi adegan yang menampilkan bagaimana si siswa dengan berani bahkan cenderung kurang ajar bersikap terhadap gurunya. Apa itu tidak lantas menjadi contoh yang buruk bagi remaja seusia yang menonton tayangan tersebut.

Dengan berdalih sinetron,film, segala akting itu hanya hiburan dan memang tidak dimaksudkan untuk pendidikan, apa lantas dengan begitu tidak ada keinginan dari para produser untuk memproduksi hiburan yang bersifat mendidik bagi penerus bangsa. Apa harus semua hiburan itu tidak mengindahkan bagaimana efeknya terhadap penontonnya.

Seharusnya hal seperti ini juga menjadi perhatian lembaga pendidikan pusat, harus ada tindak lanjut. Bekerja sama dengan badan sensor, pilih dan pilah mana tontonan yang layak dan mana yang tidak. Karena tidak bisa dipungkiri segala tayangan yang ada di televisi dewasa ini menjadi contoh yang saya nilai cukup memprihatinkan bagi generasi muda. Segala tingkah laku, tutur kata, dan cara berpakaian tokoh-tokoh itu tanpa sadar telah dijadikan panutan bagi penontonnya. Iya kalau bagus dan sesuai norma, nah kalau yang tidak,siapa yang akan bertanggung jawab.

Sudah saatnya tayangan-tayangan yang ada di dunia pertelevisian Indonesia ini berbenah diri. Perbaiki kualitas cerita, bantulah kami para tenaga pendidik ini untuk mengajarkan dan mendidik generasi penerus bangsa agar mereka menjadi muda-mudi yang berbudi luhur, bertutur kata sopan, dan bertingkah laku anggun.

Semoga saja ada salah satu pihak yang berkepentingan yang membaca tulisan saya ini. Sekedar curahan hati dari kami di daerah.

Jumat, 28 Februari 2014

Wifi Gratisan di Qmall Banjarbaru

Jaman sekarang ngga perlu bingung kalau mau mencari tempat yang menyediakan internet gratis ato wifi gratisan. Di Banjarbaru contohnya, sudah banyak sekali cafe-cafe atau tempat nongkrong yang menyediakan fasilitas yang selalu dicari ini.
Cukup dengan modal beli makan, minum atau sepotong kue saja kita sudah bisa menikmati berselancar gratis tanpa perlu takut kuota menipis.
Yap, untuk orang seperti aku yang sudah bisa dikatakan keranjingan berselancar di dunia maya tentunya tak akan melewatkan kesempatan ini.
Meskipun di tempat kerja juga ada fasilitas serupa, tapi kan lebih asik kalau update aplikasi sembari nongkrong sepulang kerja hehe.

Anyway, jangan malu untuk bertanya pada pekerja atau petugas ditempat kamu nongkrong apa password untuk wifi disana. Lah kan kita sudah membeli sesuatu di sana, lain halnya kalau kita ngga tau malu mau numpang internetan gratis tapi ngga mau beli produk si empunya wifi, itu baru malu-maluin.*paakk

Rasanya kurang afdol kalau aku ngga ngasih tau di mana saja tempat-tempat asik itu. Pertama di Qmall Banjarbaru. Mall pertama di Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini mempunyai beberapa cafe yang menyediakan wifi gratisan, antara lain Sharetea, JCO, the Coffee Bean, Cuppa Coffee, Excelco, Rice Bowl, san Baso. Prosesnya gampang, kita pesan makan atau minuman yan kita mau, terus begitu karyawannya datang menyajikan langsung saja tanyakan password wifinya. Untuk tempat dengan sistem pembayaran di awal kita bisa tanya langsung dengan kasirnya. Tinggal aktifkan wifi kamu,masukkan password, dan taarraaa,,,,,selamat menikmati hidangan anda dan berinternetan ria.*ttssaaahhh

Sabtu, 22 Februari 2014

Flu Itu Ngga Enak

Sudah tiga hari ini aku terkena flu *tssahhh. Dan kena flu itu ngga enak sodara-sodara. Bernapas susah, yang ini mampet yang ini ngga, terus suaraku kaya kodok *kaya iklan obat anak-anak haha.
Yang paling menyiksa pas mau makan. Perut laper keroncongan, segenap cacing dan penghuni perut meneriakkan protesnya karena asupan gizi menipis, mata jelalatan menatap makanan, tapi ngga ada iler yang menetes sama sekali. Kenapa eh kenapa? Makanan di depan mata kenapa tak membuat nafsu laparku melanda? Selidik punya selidik, ini semua diakibatkan karena si hidung yang mampet membuatku tak bisa mencium aroma masakan sehingga berimbas pada nafsu makan yang tak mau terbangun, ibarat mau mancing ikan tapi tak ada umpan, mana ada ikan ngiler melihat kait pancing kan kan kan?

Tapi aku tak habis pikir. Kuambil itu minyak angin yang iklannya dibintangi Agnes Monixa itu. Ku usap sedikit di ujung jari, kemudian kuhirup dalam-dalam. Alhasil, alhamdulillah itu si hidung yang mampet lega kembali, ibarat got buntu baru dibersihkan sampah-sampahnya *legaaaaa. Dan akhirnya aku makan dengan bahagia *bareng dengan nagsu balas dendam.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa sebegitu semangatnya aku berusaha untuk makan? Tak lain dan tak bukan karena aku mau minum obat. Kan sebelum minum obat harus makan dulu. Dan karena aku ingin cepat-cepat berpisah dengan si flu aku harus sesegera mungkin sembuh, salah satu caranya ya minum obat, ya harus makan dong *ngeyel,padahal lapar haha.

Ya, itulah pengalaman saya bersahabat dengan FLU. Bagaimana pengalaman Anda?

Kamis, 20 Februari 2014

Terkenang dan Tertawa

Baru selesai membaca postingan terdahulu, aku tertawa geli sendiri. Banyak hal lucu yang kutemukan, mulai dari judul-judulnya yang aneh-aneh sampai isinya yang tak kalah aneh*tepukjidatsendiri

Memang benar pendapatku selama ini, menulis itu tidak mudah dan tidak akan pernah mudah bagiku. Lah, kan ini juga nulis! Maksudnya nulis yang berbobot gitu, kalau sekedar bercerita tentang kejadian sehati-hari sih anak SD juga jago kali ya.*hahahaha

Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya menulis itu asik loh, apalagi saat otak kita mulai banyak terbebani dengan berbagai hal, saat tak ada teman untuk mengadu, bahkan air mata pun enggan untuk menetes, menulis bisa jadi salah satu alternatif untuk membantu mencurahkan semua isi hati.*tsaahhh

Tapi ini serius loh, kalau ngga percaya coba aja sendiri.

SEMANGAT

Mengulang Kembali (Selalu Belajar untuk Menulis)

Tiba-tiba disuatu siang aku teringat akan keberadaan blog ini. Setelah kuingat-ingat akunnya akhirnya aku pun login dan kaget sendiri ketika melihat waktu terakhir aku posting sebuah tulisan. Hampir dua tahun dari terakhir kalinya aku menulis, ckckckck,,,,,.
Yah, setelah atur ini atur itu, perbaiki di sini dan di situ, dengan mengucapkan bismillah *halah* aku mencoba berkomitmen dengan diri sendiri agar memulai kembali untuk menulis walau secuil *secuil,,,,secuil,,,,ko jadi kaya lagu Bang Rhoma*.
Semoga niat ini akan terus berjalan, meskipun aku tidak bisa janji untuk posting tiap hari, yah paling tidak jangan sampai jarak antar satu tulisan ke tulisan lain mencapai tahunan lagi *hahahaha*

Kamis, 22 Maret 2012

Dangdut 90'an Is The Best

Bekerja sebagai guru muda diantara para rekan senior yang rata-rata berusia lumayan jauh di atasku wajar saja kalau selera kami dalam bermusik itu beda. Tapi justru dari situ seringkali aku mengalami nostalgia masa kecil yang menyenangkan. Karena orang tuaku pun mempunyai selera bermusik yang tidak jauh beda dengan teman-teman di sekolah ini, yaitu DANGDUT sodara-sodara #horeee,,,,.

Tapi aku tidak mengeluh, malah senang,lumayan kan bisa ikutan tarik suara #hehe,,.
Lagipula lagu dangdut yang diputar pun rata-rata dangdut 90'an seperti lagunya H.Rhoma Irama, Hj. Elvi Sulkaesih,Rita Sugiarto, Mansyur S dan teman-teman yang lainnya.

Jujur aku lebih menyukai dangdut milik mereka daripada dangdut jaman sekarang yang cuma mementingkn goyang pinggul dan lirik yang sering kali terdengar murahan. Beda dengan syair dangdut milik para beliau di atas, menurutku pribadi lebih enak didengar dan mengandung untaian kata yang indah dan penuh makna.

Yahh,,dimana lagi dapat kesempatan makan siang sembari menyesap teh diiringi lantunan dangdut 90'an yang syahdu mendayu selain dikantor #terlebih lagi makan siangnya gratis hehehe,,.

Senin, 10 Oktober 2011

Kembali Lagi

Wooww..kaget juga waktu buka blog ternyata terakhir aku posting disini bulan Juni yang lalu. Bukannya sudah bosan, tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Diawali dengan panggilan untuk Diklat Prajabatan yang mendadak kemudian disambung dengan libur Ramadhan lalu awal semester baru tahun 2011/2012, lengkaplah sudah rangkaian hambatan untuk posting karena aku ngga ada waktu untuk online.

Semester ini kesibukan di sekolah dan pekerjaanku menumpuk. Mulai dari adanya Awareness ISO untuk sekolah, dimana kami para guru harus ngebut menyiapkan perangkat dan teman-temannya, belum lagi ngurus kenaikan pangkat, dan perubahan gaji. Ditambah lagi urusan non pekerjaan. Huaaahhh...mungkin memang benar ya kalau tahun kedua dalam menjalani suatu proses, baik hubungan maupun pekerjaan, adalah tahun yang penuh tantangan. Kalu kita sabar dan bertahan maka kita akan menang, tapi kalau sebaliknya maka kita akan gagal.

Aku hanya bisa berdoa dan berusaha agar dapat menghasilkan yang terbaik. Amin..

Selasa, 21 Juni 2011

I'm a Woman

Whhooppss..akhirnya bisa posting lagi setelah beberapa hari terjebak dengan keadaan yang memusingkan hehe. Padahal ngga pernah berniat untuk pusing lo, tau deh kenapa haha..

Terkadang aku pernah berpikir bahwa menjadi wanita dengan semua isi kepalanya itu tidak mudah untuk dijalani. Kenapa? Mungkin karena aku belum pernah jadi laki-laki. Klise.

But i mean it. Kadang aku pernah berpikir kenapa wanita harus mempunyai isi otak sekompleks ini. Misalnya, kecenderungan untuk peduli pada pasangan yang kadang berlebihan sekali padahal si dia belum tentu ambil pusing tentang hidupnya sendiri. Berdasarkan pengalaman pribadiku, aku tau bahwa tidak seharusnya membuang-buang waktu memikirkan dan memusingkan kehidupan orang lain sememntara hidupku sendiri saja belum beres. Tapi entah kenapa saat kita berada dalam suatu hubungan, dalam otak kita seolah secara otomatis sudah terpola suatu pikiran yang menyebabkan lahirnya sebuah kepedulian akan pasangan kita. Otakku seolah memerintah untuk terus memantau semua aspek hidupnya yang bisa aku pantau *sigh*.

Apakah karena perasaan yang dimiliki wanita itu sangat besar kadarnya, sehingga merasa cukup untuk membagi dengan porsi besar kepada orang lain, bahkan terkadang tak peduli meski harus mengorbankan porsi untuk pribadi. Aku sering mendengar orang berkata bahwa kebanykan perempuan berpikir dengan perasaan sedangkan laki-laki menggunakan logika, entah itu benar adanya atau tidak, tapi menurutku ini salah satu faktor besar yang mempengaruhi kenapa kebanyakan wanita memiliki pola pikir seperti yang aku paparkan di atas *sigh*.

Bukan berarti aku mengutuk dan tidak bersyukur atas kodratku sebagai wanita, hanya terkadang sebagai manusia biasa rasa penasaran itu datang, kenapa?kenapa?kenapa? Selalu kenapa?
Kenapa kebanyakan wanita perlu penegasan, pernyataan, pengakuan akan hubungan mereka?
Kenapa tidak seperti lak-laki saja yang menjalani apa adanya suatu hubungan, kalo memang suka ya terus, kalo tidak ya sudah sampai disini. Lebih simple kan?

Hal-hal seperti itu yang terkadang memenuhi kepalaku tanpa permisi, menyerang disaat yang tidak terduga. Menenangkan diri adalah solusi mujarab bagiku. Aku selalu mengingat pesan seorang teman, kalau aku suka dengan apa yang kujalani sekarang maka jalani saja, jangan pedulikan pendapat orang lain, karena kita lah yang tau seperti apa hidup kita. Dan ini selalu kupegang tiap saat aku merasa gamang.

Senin, 30 Mei 2011

Coret-Coret

(Belagu banget dah judulnya, padahal isinya cuma oret-oretan doang.....hihihi)

Tadinya aku sempet bingung mau posting dengan gaya seperti apa, yang serius, dua rius, ato tiga rius (lah..? Emang ada).

But never mind, let's continue...
Barusan tadi aku nengok-nengok postingan zaman dulu, halah bener-bener deh, lucu mampus, tapi ada juga yang lumayan keren loh. Kalo ada temen yang membaca postingan ini kemudian memperhatikan tabel tulisanku pasti melihat ruang kosong ditahun 2010,alias no posting at a hole year hahaha... Sebagai pembelaan, yah mau apalagi, terakhir posting aja Februari 2009 waktu itu, eh ga lama aku disibukkan sama skripsi, terlantar deh blogku.

Tapi syukurlah ada teman yang mengingatkan keberadaan blog ini and voila..this is it.
Sebagai mantan mahasiswa jurusan bahasa dan seni, menulis diwajibkan menjadi bagian dari hidupku. Apa ma dikata, ternyata menulis itu susah sekali sodara-sodara. But i always try to write, klo ga ni otak bisa mandek karena ga pernah dibuat mikir. Btw, anekdot yang bilang klo harga otak orang Indonesia harganya mahal karena jarang dipake mikir itu salah sodara-sodara, justru otak yang sering mikir ato kerja itu yang lebih bagus mutunya (kaya aku..hahaha).

Intinya, cobalah selalu menulis meski itu bukanlah hal yang penting, karena justru dari hal yang tidak penting itulah akan tercipta sesuatu yang luar biasa. Dan cobalah bangga akan karya kita sendiri, jangan pernah malu, karena malu ga menghasilkan uang (lah..apa hubungannya).

Terakhir aku sampaikan...MENULISLAH...MENULISLAH...

Rabu, 18 Mei 2011

TEACHERHOOD


Mencoba menjadi seorang guru.

Itulah yang kujalani sekarang ini. Mengapa aku sebut mencoba? Coz i realize, sampai saat ini aku masih mencoba menjadi seorang guru yang cocok, kompeten, sesuai, dan terbaik untuk siswa-siswaku. Dan aku sadar akan kekuranganku yang masih amat sangat banyak dalam mendidik dan mengajar mereka. Kalau boleh berkilah, aku akan berlindung pada fakta bahwa pengalamanku dalam hal ini memang masih baru. Masa kerjaku yang baru terhitung 1tahun 2bulan kukira dapat menjadi pembelaan bagi kekuranganku ini.

Tapi, dari lubuk hati yang terdalam aku selalu berniat dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Satu hal yang kupelajari dari profesi ini adalah bahwa ternyata banyak sekali permasalahan yang dibawa tiap siswa ke dalam lingkungan sekolah. Dan sebagai guru tentunya sudah mnjadi tugas kami untuk membantu mereka mencari jalan keluar dari semua permasalahn yang ada agar nantinya hal tersebut tidak menganggu proses pembelajaran mereka.

Kita tidak bisa mengibaratkan mereka layaknya daun dipohon, apabila salah satu daunnya kuning, layu, atau terkena hama tinggal potong saja biar yang lain tidak ikut layu. Kalau seperti ini yang kita lakukan maka apa bedanya guru dengan masyarakat awam yang tidak mengenal hakikat pendidikan, yang tahunya hanya menilai orang dari luarnya saja. Menilai orang dari permasalah yang mereka bawa dan perbuat lalu menghakimi mereka tanpa mau bersusah payah mencari penyebab terjadinya hal itu.

Hendaknya kita memperlakukan mereka seperti salah satu anggota tubuh kita, apabila ada yang terluka atau sakit kita akan segera mengobatinya karena kita tidak ingin salah satu anggota tubuh kita itu cacat apalagi sampai harus diamputasi.

Setiap anak memang dilahirkan dengan jalan hidup yang berbeda dan lingkungan yang berbeda pula. Sudah pasti sifat dan kelalkuannya pun berbeda. Kita sebagai guru dituntut harus mampu menghadapi dan menjembatani semua perbedaan tersebut. Karena kalau bukan kita yang membantu mereka, SIAPA LAGI????

Semoga tulisan ini bermanfaat terutama untuk diriku sendiri dan semua rekan guru yang tanpa sengaja membaca tulisan ini.

Senin, 16 Mei 2011

MEREKA LULUS...


Akhirnya....setelah melewati masa karantina selama 3 hari semua murid kami di SMKN 3 Banjarbaru dinyatakan lulus 100% tadi pagi jam 10.00 WITA...yiiihhhaaaa....

Aku ikut senang dan terharu melihat kebahagiaan mereka. Rasa bangga merasuk dalam hatiku meskipun baru setahun aku ikut bergabung di sana. Keceriaan mereka benar-benar menular. Semua guru ikut tertawa dan tersenyum melihat tingkah polah anak-anak yang kegirangan melihat hasil jerih payah mereka selama 3 tahun terbayar lunas hari ini.

Selamat jalan-jalan siswa-siswaku. Semoga tunas yang kami tanam selama ini dapat tumbuh menjadi pohon yang kokoh. Jangan takut bersaing, karena kami tahu diluar sana akan banyak persaingan yang kalian alami. Ingatlah selalu kami guru-gurumu yang selama ini tak lelah membagikan pengetahuan kepada kalian takkan pernah berhenti dan bosan mendoakan semua yang terbaik untuk kalian.

Sekali lagi...SELAMAT ATAS KELULUSAN SISWA_SISWI SMK NEGERI 3 BANJARBARU..
Cayooooooooo...

(sumpah tadi aku sempat mau nangis waktu ngebagiin surat kelulusan..hihi...)

Minggu, 01 Mei 2011

I'm Back...setelah sekian lama

Dua tahun yang lalu terakhir kalinya aku mem-posting sebuah tulisan ke blog ini kemudian aku tertidur panjang.
setelah berusaha mengingat kembali, akhirnya memoriku mengetuk pikiranku agar menghidupkan kembali lembar ini.
Yah, entah akan diisi dengan apa nantinya aku pun masih tak tahu,tapi setidaknya ada usaha daripada tidak ada sama sekali ya kan hehe..

See u in another dream..

Rabu, 25 Juni 2008

Stiil Confuse, Bahasa Kerennya, Masih Bingung



Kenapa bingung?

Biasanya itulah yang akan ditanyakan orang-orang waktu kita menyampaikan bahwa kita sedang merasa bingung. Sejujurnya, aku juga bingung, kenapa kebingungan itu bisa menimpa seseorang, apa alasannya, apakah ada penjelasannya atau apakah bingung itu adalah suatu penyakit yang belum terlacak dan belum diketahui obatnya.

Bingung kan?

Sama.

 

Tapi anehnya, masalah kebingungan ini selalu jadi pilihan yang menarik untuk dibicarakan dan ditulis. Mau bukti? Dari hasil pencarian saya saja untuk judul tulisan yang ada kata "bingung"nya di Google sudah banyak sekali, lebih dari 10 halaman. Itu yang terdaftar, entah yang tidak terdaftar. Dan bukti lainnya adalah, saya sendiri juga tertarik untuk membicarakan masalah ini haha.

Membicarakan BINGUNG sama menariknya dengan membicarakan sek, narkoba, kenaikan BBM, giliran pemadaman listrik oleh PLN dan ngadatnya air PAM, tapi ini menurut aku loh, entah pendapat kalian bagaimana. Kenapa aku merasa begini, karena apa ya? Aku juga bingung, tapi yang pasti membicarakan bingung selalu berujung dengan kebingungan yang mengasikan, aneh memang tapi rasa penasaran akan akhir dari pembicaraan itu selalu menyisakan kebingungan memang.

Bingung kan?

Oke, kita teruskan saja dari pada berbingung-bingung di awal lebih bingung di akhir. 

Pernahkah kamu bangun disuatu pagi yang cerah dengan keadaan pikiran sedang kebingungan? Mimpi apa tadi malam? Apa yang dilakukan sebelum tidur? Apa yang kan dilakukan hari ini? Ingin sarapan apa? Pakai baju apa dan lain lagi?

Pernah?

Aku pernah.

Tapi ya itu tadi, aku sendiri bingung kenapa bisa merasa bingung. Apakah karena faktor pada malam sebelumnya, sebelum aku tidur aku tidak membuat rencana untuk hari berikutnya. Apa mungkin ya? Ada yang tahu jawabannya ga kira2?

Kalau dipikir-pikir, bingung itu unik loh. Hampir semua kalangan usia pernah mengalaminya. Kalau ada survei nih tentang apa yang kejadian atau situasi yang paling sering dialami manusia, aku bakalan duluan unjuk tangan terus ngomong keras-keras, istilahnya teriak lah, BINGUNG,,,,,,gitu. Setuju ga?

Tanya aja orang yang ada disekitar kalian, pernah bingung ga, gitu? Aku yakin seyakin-yakinnya jawabannya pasti pernah. Coba aja deh kalau ga percaya. Kalau sampi ada yang jawab ga pernah, kasih tau aja sama aku siapa orangnya, umurnya berpa, alamatnya dimana, kerja apa, pokoknya biodatanya. Aku bakalan selidiki orang itu, jangan-jangan dia bukan manusia lagi haha.

Halah, bingung ah, ngomongin bingung melulu, malah tambah bingung nanti.

So, next time, (maksudnya, jadi, lain waktu) kita kupas lagi permasalahan bingung ini, OKE.

Siapa tahu aku dapat bahan atau informasi baru lagi tentang kebingungan.

Tunggu aja ya.

Jumat, 20 Juni 2008

Sejujurnya Aku Tidak Tahu Harus Berkata Apa

Yup...benar sekali, aku tidak tahu harus berkata apa untuk saat ini. Seorang blogger yang saat ini tidak memiliki topik apa-apa yang aku rasa menarik untuk dibicarakan. Yah..sekarang aku hanya akan menuliskan apa yang diketikkan oleh jemariku. Entah akan jadi apa nantinya tulisan ini, masa bodoh, yang penting posting dulu.

Sudah hampir berbulan-bulan (yang kurasa berabad-abad) aku tidak sempat menengok blog yang aku buat dengan tujuan untuk menumpahkan segala hal yang ada dipikiranku. Aku terlalu terlenakan oleh alur kehidupan yang terjadi dalam nyataku. Dan disaat itu semua selesai, berlalu, yang tertinggal hanyalah sebuah rasa, keinginan untuk menutup mata sejenak dari semua pemandangan yang ada. Bersembunyi dari waktu, meninggalkan sejenak siang dan malam yang akan selalu datang. Keinginan untuk diam, diam, tak melakukan apapun, hanya diam. Tapi bahkan untuk itu pun aku sukar menemukan kesempatan.

Sekarang aku malah membuat tulisanyang tidak-tidak disini. Sekedar mengabarkan bahwa aku masih hidup dan masih bisa menulis. Aku tidak tahu harus berkata apa bukan berarti tidak ada apa-apa di dalam pikirankua. Ada banyak hal yang berseliweran di kepalaku, tapi tidak satu pun yang terjerat untuk bisa kujadikan topik yang menarik untuk kutulis.

Hanya ini yang bisa aku sajikan untuk saat ini. Harapku, dilain waktu, akan ada lebih banyak imajinasi dalam pikirku yang mampu membuatku melahirkan lebih banyak tulisan yang bermanfaat untuk aku dan kalian yang sudah berbaik hati untuk sekedar singgah di gubuk lisanku ini.

Sabtu, 05 April 2008

Nasib Buruk Mahasiswa FKIP Unlam

Pernah dengar ada seorang mahasiswa yang sedikitpun tidak merasakan cinta terhadap kampus tempat dia menuntut ilmu? Sangat jarang sekali kan. Walau bagaimana pun membosankannya suasana kampus, dia akan tetap merindukan kampusnya itu.

Demikian juga yang terjadi terhadap saya. Saya seorang mahasiswa FKIP UNLAM Jurusan PBS (Pendidikan Bahasa dan Seni) Program Studi PBSID. Saya sangat mencintai FKIP Unlam. Bagaimana pun lelahnya saya menjalani kehidupan sehari-hari, saya akan tetap merindukan kampus tercinta itu.

Sayang, ada beberapa beberapa fasilitas yang seharusnya dapat dinikmati semua civitas akademik tanpa terkecuali, seperti WC umum, ruang kuliah, aula, multimedia bahkan bangku taman untuk sekedar nongkrong bareng teman-teman sebelum kuliah tak bisa dinikmati dengan sempurna.

Untuk ruang kuliah, bangku taman, multimedia hampir tidak ada masalah selain jadwal yang kebetulan bentrok. Yang membuat saya sangat keberatan adalah hak untuk memakai WC dan aula.

Jujur saja, di FKIP ini apabila ada WC yang bersih dan wangi sedikit saja akan langsung dikunci, dan yang bisa menggunakannya juga hanya para dosen. Lalu bagaimana nasib kami para mahasiswa yang juga ingin membuang hajat kami tanpa terganggu bau WC yang sangat tidak enak dan keadaannya yang kotor. Kenapa kami hanya disodori dan diperbolehkan memakai WC yang tidak layak, bahkan kadang airnya pun habis. Apakah FKIP terlalu duafa untuk memberikan fasilitas yang adil kepada mahasiswa?

Ah, rasanya kok tidak. Kita tahu FKIP lagi gencar membuka kelas jalur khusus dan penyetaraan, yang tentunya itu semua juga sumber duit yang besar. Ironisnya hal itu tak diimbangi dengan ketersediaan lahan parkir yang luas, dan WC yang airnya siaga 24 jam dan wangi bunga.

Belum lagi izin menggunakan aula saat ada HIMA (Himpunan Mahasiswa) yang ingin mengadakan kegiatan, sangat sangat sulit didapatkan. Yah memang terkadang bisa, tapi itupun kami harus menunggu dengan perasaan yang H2C (harap-harap cemas), dapat izin apa tidak. Bagaimana kegiatan mahasiswa tidak mati, kalau hanya sekedar ingin bernapas lega saja susah di kampus sendiri. Lebih baik HIMA ditiadakan saja sekalian di kampus ini.

HIMA ada tentu maksudnya agar mahasiswa tak hanya kuliah saja, dan itu adalah bidang kerja dari adanya Pembantu Dekan III yang memang bertanggungjawab menjaga perkembangan aktivitas ekstra kuliah mahasiswa di FKIP Unlam. Kalau mahasiswa enggan mengadakan kegiatan ekstra karena terkendala persoalan mencari ruang aktivitas bersama yang layak, lalu buat ada HIMA? Bubarkan saja, dan itu artinya tak perlu lagi ada PD III dan itu pun berarti bisa menghemat duit, jika memang kesejahteraan yang ingin dipilih kampus ini dengan cara menghemat duit dan mengorbankan kesejahteraan mahasiswanya.

Lalu apa gunanya ruangan itu dinamakan aula, kalau penggunaannya sama saja dengan ruangan kuliah yang lain. Apa gunanya tiap tahun, dari tahun 2005 sampai sekarang, jalur mandiri dibuka dengan pungutan biaya yang tidak sedikit dan dikatakan bahwa uangnya digunakan untuk membangun gedung kuliah baru kalau toh kami para mahasiswa tetap merasakan kesulitan mencari ruangan untuk kuliah, ruangan untuk mengadakan kegiatan.

Mana buktinya kalau uang-uang itu digunakan untuk membangun gedung, untuk kesejahteraan kami kuliah. Jangan sekedar bicara, tapi berilah kami rasa sejahtera itu. Kami tidak perlu janji, tapi bukti. Kami tidak akan protes kalau apa yang kami dapatkan di kampus sesuai dengan yang dijanji-janjikan.

Sekali lagi saya katakan, bahwa saya cinta FKIP, saya cinta kampus ini. Tapi dengan adanya hal-hal seperti yang saya terangkan di atas, rasanya kecintaan saya terhadap kampus ini ada yang mengganjalnya. Saya tidak bermaksud menjatuhkan almamater saya sendiri, saya berani menuliskan semua perasaan saya ini malah dengan harapan kampus dapat memperbaiki citra diri dihadapan seluruh civitas akademiknya, terutama kami para mahasiswa yang belajar di dalamnya.

Saya terpaksa membicarakan segala kejelekan muka sendiri ini di koran karena saluran komunikasi di FKIP sekarang mampet seperti keran-keran WC yang ada di sini. Di FKIP orang berbicara bukan dengan bahasa kasih sayang, tapi dengan kekuasaan dan senioritas.

Jauh di dalam hati saya, saya yakin bukan cuma saya satu-satunya mahasiswa yang merasakan nasib seperti ini. Yang saat ingin membuang hajat tapi harus rela berlari jauh ke mesjid kampus karena WC di kampus kotor dan airnya kering. Yang ingin mengadakan kegiatan tapi semua ruangan dikatakan penuh dan tidak bisa digunakan sehingga terpaksa menggunakan balai yang ada di tengah kampus dengan konsekuensi acara tidak akan berjalan optimal.

Tapi sayang seribu kali sayang, teman-teman saya yang lain itu mungkin takut untuk mengungkapkan uneg-unegnya, takut mengalami pencekalan dari orang dalam mungkin. Yah, meskipun saya sendiri sejujurnya juga merasa takut, tapi saya lebih takut mendengar rengekan dan cemoohan dari hati saya sendiri yang mengatai saya adalah seorang pengecut dan tidak berguna apabila tidak segera mengungkapkan hal ini.

Kasihan teman-teman saya, mereka cuma bisa menahan sakit hati tanpa berani bersuara dan senyum-senyum saja menerima nasib buruk karena hak-hak mereka yang dikebiri. Ingin sekali rasanya saya mengajak mereka untuk menumpahkan segala kekesalan mereka akan hak-hak atas fasilitas kampus yang dihalang-halangi. Ingin rasanya mengajak mereka bersama-sama menyuarakan apa yang selama ini terpendam di dalam hati, apa yang selama ini diinginkan dan diharapkan dari kampus tercinta ini. Tapi kepada siapa ?

(Ne artikel yang aku, niatnya seh biar bisa di muat di koran, tapi gak tau neh kira2 masuk pa ga,,doain yak teman2,,,)

Kamis, 03 April 2008

Hidup Penulis

Aku kagum terhadap para penulis. Benar, aku kagum sekali pada mereka. Bagaimana cara mereka mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang bagus dan bermanfaat bagi pembacanya, mereka mampu mengolah dan merangkai kata menjadi kalimat yang puitis dan indah. Dan yang pasti, mereka mampu membagi waktu untuk menciptakan tulisan itu.

Aku juga sering diminta dosenku untuk rajin menulis. Keinginan itu pun ada dalam hatiku. Tapi sampai sekarang aku tidak juga bisa untuk merealisasikannya. Ada saja alasan yang bermunculan dikepalaku tiap kali ditanya kenapa aku tidak menulis. Aku bahkan sengaja membuat blog ini, yah kupikir bisa kujadikan sebagai pemicu untuk terus menulis. Tapi ternyata hasilnya sama. Aku tetap selalu mempunyai alasan apabila aku tidak sempat membuat posting baru.

Terkadang aku berpikir, kita semua sama mendapatkan waktu 24 jam, tidak ada yang lebih. Tapi mengapa, sebagian orang sangat pandai mengatur dan mempergunakan waktunya dengan baik tapi yang lainnya selalu gagal. Yah salah satu contohnya adalah aku.

Aku baru menyadari hal itu tadi, ketika aku membaca salah satu posting teman blogger. Disana dia menuliskan bahwa semua orang memdapat jatah waktu yang dalam sehari, 24 jam, tidak ada yang lebih. Tapi toh orang-orang yang berhasil itu mampu menggunakan waktunya semaksimal mungkin.

Yah,sekali lagi aku salut atas kemampuan mereka yang kuanggap luar biasa itu. Mengapa luar biasa? Karena tidak semua orang mampu dan bisa melakukan seperti yang bisa mereka lakukan kan!

Jumat, 22 Februari 2008

Gosip...Gosip...Gosip

Gosip, gosip, gosip. Siapa yang ngga suka gosip? Anak-anak, remaja, dewasa, lansia, perempuan dan laki-laki hampir semuanya suka bergosip. Meski ada yang mengaku tidak suka, tapi terkadang tanpa sadar toh juga melakukannya.

Gosip lebih sering dikaitkan dengan kaum perempuan, karena memang pada kenyataannya yang sering melakukannya adalah perempuan. Budaya gosip seperti sudah mendarah daging bagi mereka. Banyak topik yang dapat dijadikan sebagai bahan gosip. Dari yang biasa, yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sampai yang luar biasa. Apapun itu, selama itu dapat dijadikan sebagai bahan bergosip, pasti akan segera dilahap habis oleh mereka.

Tanpa disadari, gosip sebenarnya merupakan suatu hal yang layak untuk diperhatikan. Banyak kejadian-kejadian yang ajaib dibaliknya yang seringkali luput dari pandangan kita. Salah satu dari keajaiban itu dapat kita lihat pada kasus berikut. Dua orang perempuan atau lebih yang notebenenya yang tidak saling kenal dapat segera berbincang-bincang dengan seru apabila mereka terlibat dalam satu gosip yang mungkin baru saja mereka ketahui ataupun topic lama namun masih hangat dibicarakan. Bahkan dua orang perempuan yang tidak pernah bertegur sapa satu sama lain ataupun yang pernah dan masih berselisih dapat menjadi satu pikiran ketika sedang bergosip. Mereka rela melupakan pertikaian diantara mereka demi sebuah gossip. Gimana..ajaib kan?

Demam gosip lebih banyak menimpa ibu-ibu rumah tangga yang saat anak-anaknya pergi bersekolah dan suami-suaminya bekerja dan mereka tidak memiliki pekerjaan yang dapat dilakukan. Biasanya dalam sebuah komplek perumahan atau dalam suatu komunitas disuatu desa, para ibu ini akan berkumpul dan segera saja perkumpulan mereka itu akan menjadi sebuah ajang untuk bergosip ria. Ada saja yang mereka gosipkan, mulai dari berita selebritis, masalah harga sembako, tentang orang disekitar mereka atau mungkin, meskipun jarang, topic tentang politik atau berita yang sedang hangat. Tidak heran kenapa acara-acara infotaiment yang ada disemua stasiun televise kita jadi ngga ada matinya. Selalu saja ada acara serupa yang baru, seolah-olah kita kekurangan acara seperti itu saja. Acara-acara yang berjenis pendidikan malah semakin jarang ditemukan sekarang. Bagaimana dampaknya kepada anak-anak kita, kita bisa melihatnya sekarang. Mereka lebih hapal tentang gosip selebritis daripada tentang pelajarannya.

Yah, kita tinggal berdoa saja, semoga dampak ini tidak akan bertambah mengkhawatirkan. Dan semoga saja, meskipun tetap bergosip tapi kita masih tetap ingat pada hal-hal yang memang tidak boleh disinggung,,,,,(apa coba? Hehehe,,,,)

(posting ini drafnya aku buat bareng loh ama posting yang Orang Besar….itu.
Sekali lagi, semoga kalian berkenan membacanya hehe,,,)

Orang Besar Itu Akhirnya Pergi

Sudah hampir sebulan aku ngga pernah posting lagi. Kemarin karena sibuk ujian, lanjut liburan, pulkam deh. Ini saja aku ngetik masih di rumah, iseng aja ngga da kerjaan.
Banyak sekali kejadian yang terjadi disekitar kita akhir-akhir ini. Yang terbaru, Januari tadi, mantan Presiden ke-2 negara kita tercinta ini meninggal dunia. Siapa lagi kalau bukan Soeharta. Berita menjadi sorotan utama hampir semua stasiun televisi, radio, media massa selama beberapa hari. Bahkan ada stasiun tv yang special meliput dan melaporkan semua hal yang bersangkutan dengan beliau.

Siapa yang tidak mengenal Soeharto, sesosok tiran yang menguasai bangsa kita ini hampir setengah abad. Yang telah banyak membangun sekaligus menghancurkan Negara kita ini dalam masa pemerintahan itu. Sosok yang dikenal dengan julukan smile generally ini meski banyak dihujat tapi juga banyak memujanya. Apalagi mereka yang merasa betapa mudahnya hidup yang kita jalani, ekonomi, pangan dan sandang yang tercukupi selama dia berkuasa. Tapi bagi mereka yang mengalami siksaan baik lahir maupun batin juga banyak masih menyimpan kemrahan padanya.

Diakhir hidupnya, tidak sedikit orang mengantar kepergiannya, entah benar-benar tulus atau hanya sekedar ikut-ikutan. Hanya sekedar ingin melihat akhir dari seorang yang selama hampir setengah abad berkuasa dulu begitu ditakuti oleh rakyat Indonesia. Segala kekuasaan dan kekayaan yang ada toh tidak menghindarkannya dari kematian.

Mungkin di dunia memang banyak yang mengawalnya kelubang peristirahatan terakhir, tapi nantinya dia akan tetap sendiri juga menghadapi pertanyaan malaikat-malaikat-Nya di kubur nanti.

(posting ini aku buat tanggal 28 Januari 2008 tadi, salah satu dari rangkaian ide-ide yang bermunculan dikepalaku dan menuntut untuk ditetaskan dari tempat bersarangnya.entah bagaimana akhirnya dan bagaimana pendapat kalian, semoga kalian berkenan membacanya hehe)

Senin, 17 Desember 2007

Asian Idol, Mengecewakanku

Semua sudah tahukan kalau Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang kontes Asian Idol. Nah tadi malam adalah puncak dari acara itu. Akhirnya Asia memiliki Asian Idol yang pertama yang akan mewakili Asia dalam kontes serupa namun tingkat dunia yaitu World Idol.

Setelah bergadang hampir separuh malam demi menanti siapa yang akan menjadi Asian Idol yang pertama (aku mendukung Mike Mohede sih, aku kan cinta Indonesia), akhirnya tadi malam diumumkan juga siapa pemenangnya, dan sumpah mati aku betul-betul tidak percaya mendengarnya, yang menang ternyata peserta dari Singapura, Singapura Idol, Hady Mirza. Rasanya ingin berteriak, kalau bisa dan seandainya ada line telepon untuk menyampaikan keluhan tentang acara itu, pasti aku dan temanteman di kos akan langsung menyerbu line itu dengan telepon dan keluhan yang bertubi.

Aku rasa bukan hanya kami saja yang kecewa akan keputusan itu. Kami sempat melihat wajah kontestan dari Vietnam yang tampak kaget saat mendengar pemgumuman tersebut. Aku rasa, mungkin kontestan dari Vietnam itupun sempat berpikir bahwa walaupun seandainya yang menang bukan dia, yang pasti bukan anak itu, yang lain mungkin.

Wajar saja kalau kami merasa kecewa, karena kalau untuk menjadi juara Idol se-Asia, kontestan dari Singapura ini belum mencukupi apa yang diharapkan dari seorang Asian Idol. Suaranya yang menjadi modal utama dalam kontes itu juga bisa dibilang cukup, tidak luar biasa. Tapi mungkin itu memang sudah takdirnya. Mudah-mudahan saja, dia sebagai pemenang pertama Asian Idol dapat menunjukkan kualitasnya demi mengharumkan nama benua kita, mari kita berdoa bersama-sama(kaya ada yang mau pergi perang saja hehe)