Selasa, 01 November 2011

Renungan Hujan

Hidup itu memang penuh teka-teki. Terkadang apa yang kita harap terjadi belum tentu akan kita dapat. Hidup seperti yang kita impikan tidak akan kita dapat semudah membalik telapak tangan, harus ada perjuangan, pengorbanan, peluh dan air mata yang harus kita relakan untuk mendapatkannya. Tapi tidak selalu kesedihan yang menyertai segala pengorbanan unutk mewujudkan hidup seperti yang kita inginkan, suka cita pun tidak sedikit kita lalui. Semua hal yang kita lewati dalam prosesnya akan meniggalkan kenangan yang tak mungkin terlupa sampai akhir hidup.

Kata orang hidup itu susah, tapi jangan dibuat susah. Enjoy your life, have fun and let it flow. Jangan melihat ke atas saat kita mengukur harta, tapi lihatlah ke atas saat kita mengukur kebahagiaan. Harta tidak menjamin kebahagiaan karena kebahagiaan tidak buisa dibeli tapi harus diperoleh dengan perjuangan dan keikhlasan.

Minggu, 30 Oktober 2011

Siapa Bilang Jadi Guru Itu Mudah?




Kalau ada orang di luar sana yang bilang bahwa jadi guru itu gampang, maka saya akan dengan senang hati mempersilakan orang itu dating ke tempat saya kemudian menggantikan saya sebagai guru, bukan untuk sehari tapi untuk satu tahun ajaran. Kita lihat apakah sesudah itu pendapatnya akan tetap sama?

Menjadi seorang guru tidaklah semudah yang disangka kebanyakan orang. Menurut saya pribadi, berprofesi sebagai seorang guru itu bukanlah pekerjaan yang gampang. Tanggungjawab sebagai seorang pendidik dan pengajar tidak dapat dipandang sebelah mata Dalam hal mendidik dan mengajar misalnya, siswa berpikir sekali maka gurunya akan berpikir dua kali lipat, siswa belajar sekali maka guru belajar dua kali lipat, siswa pintar untuk dirinya sendiri maka guru harus menjadi pintar untuk semua siswanya. Belum lagi tugas sebagai seorang teladan bagi siswanya. Guru yang notabene hanyalah manusia biasa dituntut harus sempurna moral dan akhlaknya. Tidak boleh salah karena nanti akan ditiru siswanya. Mulai dari bertingkah laku, bergaul, berbicara sampai dengan berpakaian seorang guru harus mampu menjadi contoh yang baik untuk siswanya. Kadang hal ini membuat saya berpikir, adakah waktu luang bagi si guru untuk menjadi dirinya sendiri?

Tanggungjawab moral menurut saya pribadi adalah hal yang terberat dari menjadi seorang guru. Apakah siswa mengerti dengan pelajaran yang kita ajarkan? Apakah mereka suka dengan metode pengajaran kita? Seberapa paham mereka dengan pelajaran yang saya ajar? Dan masih banyak pertanyaan akan kekhawatiran seperti itu. Apalagi kalau guru itu diperbantukan untuk mengajar mata pelajaran yang guru pengajarnya tidak ada, semakin gencar kekhawatiran itu mendera. Melihat dan mengalami hal ini secara pribadi membuat saya akhirnya paham dengan pepatah yang sering dikatakan oleh orang tua dulu bahwa menjadi seroang guru itu sebelah kaki kita ada disurga dan sebelahnya ada di neraka. Sudah tuntas dan jelaskan didikan dan ajaran yang kita berikan? Sudah benarkah contoh yang kita berikan selama ini? Jawaban dari pertanyaan ini yang akan menentukan dimana kita berakhir.

Tugas guru bukan hanya mendidik dan mengajar siswa, tapi juga membuat administrasi berupa perangkat dan kelengkapan bahan pengajaran. Seringanya pergantian kurikulum yang terjadi ditubuh pendidikan Indonesia membuat tugas ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Karena tiap kali perubahan itu terjadi maka perangkat yang dibuat pun harus disesuaikan dengan kurikulum yang terbaru.

Belum selesai sampai disini, masih ada tugas tambahan entah itu menjadi wali kelas, Pembina OSIS, Pembina Pramuka atau Pembina Ekstra Kurikuler lainnya. Dan tugas tambahan ini lazim didapatkan seorang guru apalagi guru yang sudah berstatus PNS. Tugas yang terberat menurut saya adalah menjadi wali kelas. Selama satu tahun ajaran kita menjadi wali salah satu kelas yang ada di sekolah. Semua permasalahan yang ada di kelas itu menjadi urusan dan tanggung jawab kita. Iya kalau semua siswanya mudah diatur, kalau ternyata harus menjadi wali dari kelas yang siswanya susah diatur maka hal itu akan jadi beban tambahan yang harus kita tanggung untuk satu tahun ke depan, sanggup atau tidak?

Nah, sekarang masih adakah yang akan mengatakan atau beranggapan bahwa menjadi guru itu mudah? Kalau iya, maka empat jempol saya tujukan padanya, bravo.

Senin, 10 Oktober 2011

Kembali Lagi

Wooww..kaget juga waktu buka blog ternyata terakhir aku posting disini bulan Juni yang lalu. Bukannya sudah bosan, tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Diawali dengan panggilan untuk Diklat Prajabatan yang mendadak kemudian disambung dengan libur Ramadhan lalu awal semester baru tahun 2011/2012, lengkaplah sudah rangkaian hambatan untuk posting karena aku ngga ada waktu untuk online.

Semester ini kesibukan di sekolah dan pekerjaanku menumpuk. Mulai dari adanya Awareness ISO untuk sekolah, dimana kami para guru harus ngebut menyiapkan perangkat dan teman-temannya, belum lagi ngurus kenaikan pangkat, dan perubahan gaji. Ditambah lagi urusan non pekerjaan. Huaaahhh...mungkin memang benar ya kalau tahun kedua dalam menjalani suatu proses, baik hubungan maupun pekerjaan, adalah tahun yang penuh tantangan. Kalu kita sabar dan bertahan maka kita akan menang, tapi kalau sebaliknya maka kita akan gagal.

Aku hanya bisa berdoa dan berusaha agar dapat menghasilkan yang terbaik. Amin..

Selasa, 21 Juni 2011

I'm a Woman

Whhooppss..akhirnya bisa posting lagi setelah beberapa hari terjebak dengan keadaan yang memusingkan hehe. Padahal ngga pernah berniat untuk pusing lo, tau deh kenapa haha..

Terkadang aku pernah berpikir bahwa menjadi wanita dengan semua isi kepalanya itu tidak mudah untuk dijalani. Kenapa? Mungkin karena aku belum pernah jadi laki-laki. Klise.

But i mean it. Kadang aku pernah berpikir kenapa wanita harus mempunyai isi otak sekompleks ini. Misalnya, kecenderungan untuk peduli pada pasangan yang kadang berlebihan sekali padahal si dia belum tentu ambil pusing tentang hidupnya sendiri. Berdasarkan pengalaman pribadiku, aku tau bahwa tidak seharusnya membuang-buang waktu memikirkan dan memusingkan kehidupan orang lain sememntara hidupku sendiri saja belum beres. Tapi entah kenapa saat kita berada dalam suatu hubungan, dalam otak kita seolah secara otomatis sudah terpola suatu pikiran yang menyebabkan lahirnya sebuah kepedulian akan pasangan kita. Otakku seolah memerintah untuk terus memantau semua aspek hidupnya yang bisa aku pantau *sigh*.

Apakah karena perasaan yang dimiliki wanita itu sangat besar kadarnya, sehingga merasa cukup untuk membagi dengan porsi besar kepada orang lain, bahkan terkadang tak peduli meski harus mengorbankan porsi untuk pribadi. Aku sering mendengar orang berkata bahwa kebanykan perempuan berpikir dengan perasaan sedangkan laki-laki menggunakan logika, entah itu benar adanya atau tidak, tapi menurutku ini salah satu faktor besar yang mempengaruhi kenapa kebanyakan wanita memiliki pola pikir seperti yang aku paparkan di atas *sigh*.

Bukan berarti aku mengutuk dan tidak bersyukur atas kodratku sebagai wanita, hanya terkadang sebagai manusia biasa rasa penasaran itu datang, kenapa?kenapa?kenapa? Selalu kenapa?
Kenapa kebanyakan wanita perlu penegasan, pernyataan, pengakuan akan hubungan mereka?
Kenapa tidak seperti lak-laki saja yang menjalani apa adanya suatu hubungan, kalo memang suka ya terus, kalo tidak ya sudah sampai disini. Lebih simple kan?

Hal-hal seperti itu yang terkadang memenuhi kepalaku tanpa permisi, menyerang disaat yang tidak terduga. Menenangkan diri adalah solusi mujarab bagiku. Aku selalu mengingat pesan seorang teman, kalau aku suka dengan apa yang kujalani sekarang maka jalani saja, jangan pedulikan pendapat orang lain, karena kita lah yang tau seperti apa hidup kita. Dan ini selalu kupegang tiap saat aku merasa gamang.

Senin, 13 Juni 2011

Sakit...Ga Enak Euy.

Sudah hampir seminggu badanku rasanya ga keruan.
Mungkin karena cuaca,pola makan,stres ato kegiatan yang acak kadul.
Phew..badan rasanya meriang,idung mampet,kepala melayang (kuyang dong..hiiiyy).

Solusi pertama,istirahat yang cukup. Sudah loh,tapi ko masih rasa melayang ya? Minum obat! Uggh males banget. Ntar manja nih penyakit,pengennya datang mulu.

Sambil berdoa tak henti-henti,aku berharap tanpa harus minum obat,hanya dengan perbanyak mengkonsumsi buah,sayur,minum air putih lebih banyak dan istirahat yang cukup,kondisiku bisa menjadi lebih baik.
Amienn..